Pages

Rabu, 25 Januari 2012

Hakikat Bahasa Indonesia

HAKIKAT BAHASA
•    “Language is purely human and non-instinctive methods of communicating ideas, emotions,  and desires by means of voluntary produced symbols” (Edward Sapir, 1921).
(Bahasa hanya dimiliki oleh manusia sebagai simbol non-instingtif dan diciptakan secara fakultatif untuk mengkomunikasikan ide, perasaan, dan keinginan)
•    “A language is a system of arbitrary vocal symbols by means of which the members of society interact in terms of their total culture” (G. Trager, 1949).
•    (Bahasa merupakan sistim simbol vokal yang bersifat arbritrar, dan digunakan oleh anggota suatu masyarakat dalam menginteraksikan keseluruhan budayanya)
•    “Language is the institution whereby humans communicate and interact with each other by means of habitually used oral—auditory arbitrary symbols” (R.A. Hall, 1964).
•    (Bahasa merupakan institusi yang memungkinkan manusia saling berinteraksi dan berkomunikasi antara yang satu dengan lainnya, dalam artian menggunakan simbol-simbol oral-auditoris yang bersifat arbritrar}.
•    Language is a social phenomenon which is part of the natural history of human beings; a sphere human action, where in people utter string of vocal sound, or inscribe string of marks, and wherein people respond by thought or action to the sounds or marks which they observe to have been so produced” (Lewis, 2001).
•    (Bahasa merupakan fenomena sosial sebagai bagian dari sejarah asal muasal manusia; dalam lingkup tindakan manusia, yakni ketika seseorang mengujarkan sesuatu melalui rangkaian bunyi vokal, atau menuliskan sesuatu melalui rangkaian tanda-tanda, dan ketika seseorang merespon melalui pikiran maupun tindakan terhadap bunyi atau tanda tersebut).
•    Bahasa adalah sistem lambang bunyi oral yang arbritrar yang igunakan oleh sekelompok manusia (masyarakat) sebagai alat komunikasi. Bahasa itu merupakan fenomena sosial, tidak bisa dilepaskan dari masyarakat yang memiliki dan menggunakannya. (Suparno, 1994).
KARAKTERISTIK BAHASA
•    Bahasa adalah suatu sistem, artinya bahasa itu bukanlah sejumlah unsur yang terkumpul secara tak beraturan. Dalam bahasa terdapat aturan atau kaidah, sehingga beroperasinya bahasa selalu terikat pada aturan atau kaidah yang berlaku (inilah yang menyebabkan bahasa itu bersifat teratur). Fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan wacana (beberapa ahli ada yang menggolongkan menjadi tiga, meliputi subsistem fonologi, subsistem gramatikal, dan subsistem leksikon) merupakan wujud sistem yang teratur dalam bahasa.

•    Bahasa itu sebuah sistem simbol/lambang. Simbol atau lambang ialah tanda yang dipergunakan dan disepakati secara konvensional oleh sekelompok masyarakat untuk mewakili sesuatu.
•    Bahasa itu sistem bunyi oral. Ciri khas inilah yang membedakan kedudukan bahasa sebagai alat komunikasi dengan alat-alat lainnya. Bentuk-bentuk bunyi yang dihasilkan oleh artikulator secara teratur dan sistematis difungsikan sedemikian rupa sehingga ber-makna. Kewajaran ciri ini juga dapat dilihat dari kenyataan bahwa pengalaman berbahasa yang paling umum pada manusia ialah berbicara dan menyimak, selain itu sistem tulisan hanya mampu mewakili sebagian isyarat penting yang terdapat dalam ucapan.
•    Bahasa itu bermakna. Oleh karena lambang, tanda, dan simbol dalam bahasa mewakili sesuatu, maka bahasa itu berkaitan dengan segala aspek kehidupan dan alam sekitar yang direferensikan melalui lambang, tanda, dan simbol tersebut.
•    Bahasa itu bersifat konvensional. Sebagai sistem lambang/tanda/simbol yang sistematis, sistemik, lengkap, keberadaan bahasa harus disepakati dan dipelajari oleh para pemakainya.
•    Bahasa itu bersifat arbitrar. Tidak ada hubungan wajib antara satuan-satuan bunyi bahasa dengan sesuatu hal dilambangkannya. Mengapa bahasa “x” mempunyai kosakata (satuan bunyi) yang berbeda dengan bahasa “y”, “z”, atau lainnya? Apa hubungannya antara masing-masing satuan bunyi yang berbeda itu dengan sesuatu yang direferensikannya? Jawabannya tegas tidak ada dan tidak untuk dihubung-hubungkan.
•    Bahasa itu bersifat unik, universal, dan produktif. Bahasa mempunyai ciri-ciri khas dan ciri-ciri umum (universal) dalam subsistem kaidah, aturan, dan norma yang berlaku. Pada se-mua tataran kebahasaan, setiap bahasa yang hidup selalu tumbuh dan berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan penuturnya.
•    Bahasa itu dipakai oleh sekelompok manusia untuk bekerja sama dan berkomunikasi. Seorang individu dengan individu lain, individu dengan masyarakatnya, dan masyarakat dengan masyarakat lainnya selalu berinteraksi dalam rangka mempertahankan kehidupannya (ingat: needs and wants of human). Dalam hal ini kesemua kelompok tutur tersebut mendudukakan bahasa pada posisi tertentu, kemudian memfungsikannya sesuai dengan proporsi tertentu.
•    Bahasa bersifat non-instingtif. Bahasa tidak diturunkan dan dimiliki manusia secara genetis. Oleh karena itu bahasa haruslah dipelajari, jika tidak maka sudah dapat dipastikan seseorang tidak akan mampu memfungsikan bahasa sebagaima mestinya.




Fungsi Bahasa
Mulai saat bangun pagi-pagi sampai jauh malam waktu ia beristirahat, manusia tidak lepas-lepasnya memakai bahasa, malahan waktu tidurpun tidak jarang ia memakai bahasanya. Pada waktu manusia kelihatan tidak berbicara, pada hakikatnya ia masih juga memakai bahasa, karena bahasa adalah alat yang dipakainya untuk membentuk pikiran dan perasaannya, keinginan dan perbuatan-perbuatan; alat yang dipakainya untuk mempengaruhi dan dipengaruhi, dan bahasa adalah dasar pertama-tama dan paling berurat akar pada masyarakat manusia. Bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian, yang baik maupun yang buruk; tanda yang jelas dari budi kemanusiaan. Dari pembicaraan seseorang kita dapat menangkap tidak saja keinginanya, tetapi juga motif keinginanya, latar belakang pendidikannya, pergaulannya, adat istiadatnya, dan sebagainya
Fungsi Bahasa
•    Fungsi personal yakni penggunaan bahasa untuk menyatakan diri. Jika seseorang menyampaikan pikiran dan perasaannya, maka ia sedang menggunakan bahasa untuk menyatakan dirinya.
•    Fungsi interpersonal/interaksional yakni penggunaan bahasa untuk menjalin hubungan sosial. Jika antar-manusia menggunakan bahasa untuk saling berhubungan maka dampak yang paling menonjol adalah munculnya komunitas atau kelompok sosial baik dalam skala lokal, regional, nasional, maupun internasional.
•    Fungsi direktif/regulator yakni penggunaan bahasa untuk mengatur orang lain. Jika seseorang bermaksud menyuruh orang lain, memberikan saran, meminta sesuatu, meyakinkan tentang sesuatu, mengajak berbuat sesuatu, dan sejenisnya maka ia sedang memfungsikan bahasa secara direktif.
•    Fungsi referensial yakni penggunaan bahasa untuk menampilkan, menyebutkan, atau merujuk suatu referen (benda yang disebut atau ditunjuk). Jika seseorang menyebutkan atau menunjuk benda apapun (baik yang dapat diindera ataupun tidak) di sekitarnya dengan menggunakan lambang bahasa, maka ia sedang memfungsikan bahasa secara referensial.
•    Fungsi imajinatif yakni penggunaan bahasa untuk merealisasikan imajinasinya dengan menggunakan lambang-lambang bahasa. Jika seseorang sedang menciptakan suatu karya fiksi (prosa, puisi, cerpen, novel, roman, legenda, hikayat, dsb.) maka ia sedang memfungsikan bahasa secara imajinatif.
•    Fungsi instrumental yakni penggunaan bahasa untuk mengatur lingkungan atau mencip-takan situasi dan peristiwa tertentu (bahasa berfungsi sebagai alat). Jika seseorang berupaya menjadikan suatu situasi, kejadian, dan peristiwa dengan berbahasa maka ia sedang memanfaatkan bahasa sebagai istrumennya

•    Fungsi representasional yakni penggunaan bahasa untuk menyajikan dan menyebarluas-kan  fakta dan khasanah ilmu pengetahuan. Jika seseorang sedang memaparkan suatu fakta ataupun ilmu pengetahuan secara lisan ataupun tulis maka ia sedang memanfaatkan bahasa secara representatif.
•    Fungsi heuristik yakni penggunaan bahasa untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan. Jika seseorang sedang mempelajari, memperoleh jawaban, dan memahami ten-tang sesuatu hal melalui lambang bahasa tulius maupun lisan, maka ia sedang memanfaatkan bahasa secara heuristis.
Manusia dan Bahasa
•    Bahasa secara fungsional digunakan manusia sebagai sarana, alat, media, atau wahana berkomunikasi dalam rangka menyampaikan ide, gagasan, dan perasaan antara yang satu dengan lainnya. Penggunaan bahasa dalam aktivitas komunikasi (baik interaksional maupun transaksional) ini merupakan cerminan kodrat humanistis manusia sebagai bagian dari zoon politicon (baca: makhluk berbudaya) yang membedakannya dengan makhluk lainnya. Dapat dipahami pula bahwa kompleksitas ide, gagasan, dan perasaan senantiasa berbanding lurus dengan kompleksitas bahasa yang difungsikan sebagai alat komunikasi tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar