Pages

Kamis, 14 Oktober 2010

Makalah Ilmu Menyimak Dan Berbicara

Oleh :
IKIP PGRI BOJONEGORO
Jl. Panglima Polim 46 Bojonegoro
http://www.ikipbojonegoro.ac.id
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak dapat terlepas dari individu yang lain. Secara kodrat manusia akan selalu hidup bersama. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi dan komunikasi baik dengan alam lingkungan dengan sesamanya maupun dengan Tuhannya.
Dalam proses interaksi dan komunikasi diperlukan keterampilan berbahasa aktif, kreatif, produktif dan resetif apresiatif yang mana salah satu unsurnya adalah keterampilan menyimak yang bertujuan untuk menangkap dan memahami pesan ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan.
Sedangkan berbicara merupakan proses penyampaian pesan secara langsung yang berfungsi menyampaikan informasi kepada orang lain sehingga orang yang mendengar dapat memahami informasi yang disampaikan.
Dengan demikian keterampilan menyimak dan dan berbicara sangat penting dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu kami akan mencoba menyusun kajian keterampilan menyimak dan berbicara.
1.2 Perumusan Masalah
Dalam pembahasan makalah ini kami akan memfokuskan pada beberapa masalah di bawah ini:
1. Apakah pengertian Keterampilan menyimak dan berbucara
2. Tujuan apa yang akan di capai melalui keterampilan menyimak dan berbicara
3. Manfaat apa yang akan diperoleh setelah belajar menyimak dan berbicara 4. Apakah pengaruh menyimak pada keterampilan pada keterampilan bebicara
1.3 Batasan Masalah
Dalam batasan masalah ini kami akan membatasi masalah dalam makalah yang kami buat tentang ruang lingkup kajian keterampilan menyimak dan berbicara

1.4 Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian menyimak dan berbicara
2. Untuk mengetahui ciri-ciri penyimak dan pembicara yang ideal
3. Untuk mengkaji lebih dalam hubungan antara menyimak dan berbicara
1.5 Sistematika Penulisan
JUDUL
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Perumusan masalah
1.3 Batasan Masalah
1.4 Tujuan Penulisan
1.5 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyimak dan Berbicara
2.2 Tujuan Menyimak dan Berbicara
2.3 Jenis-Jenis Menyimak
2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak
2.5 Ciri-Ciri Penyimak Ideal
2.6 Curi-Ciri Pembicara Ideal 2.7 Pengertian Berbicara 2.8 Unsur Dasar Berbicara 2.9 Prosedur Kegiatan Berbicara 2.10 Hubungan Antara Menyimak dan Berbucara
BAB III KESIMPULAN DAN PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Penyimak
Menyimak adalah mendengar secara khusus dan terpusat pada objek yang disimak (panduan bahasa dan sastra Indonesia, Natasasmita Hanapi, Drs.; 1995: 18)
Menyimak dapat didefinisikan suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menilik, dan mereaksi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan. (Djago Tarigan; 1991: 4).
2.2 Tujuan Menyimak
Tujuan utama menyimak adalah untuk menangkap dan memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Dengan demikian tujuan menyimak dapat dijabarkan sebagai berikut:
a. Menyimak memperoleh fakta atau mendapatkan fakta
b. Untuk menganalisis fakta
c. Untuk mengevaluasi fakta
d. Untuk mendapatkan inspirasi
e. Untuk mendapatkan hiburan atau menghibur diri
2.3 Jenis-Jenis Menyimak
Berdasarkan pada cara penyimakan bahan yang disimak, dapat diklarifikasikan sebagai berikut:
1) Menyimak ekstensif (extensive listening)
Menyimak ekstensif ialah kegiatan menyimak tidak memerlukan perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak hanya memahami seluruh secara garis besarnya saja.
Menyimak ekstensif meliputi
a) Menyimak sosial
b) Menyimak sekunder c) Menyimak estetik

2) Menyimak Intensif (intensif listening )
Menyimak intensif adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam.
Menyimak intensif meliputi:
a) Menyimak kritis
b) Menyimak introgatif
c) Menyimak penyelidikan
d) Menyimak kreatif
e) Menyimak konsentratif
f) Menyimak selektif
Tujuan menyimak berdasarkan Tidyman & butterfield membedakan menyimak menjadi:
a) Menyimak sederhana
b) Menyimak diskriminatif
c) Menyimak santai
d) Menyimak informatif
e) Menyimak literatur
f) Menyimak kritis
Berdasarkan pada titik pandang aktivitas penyimak dapat diklarifikasikan:
a) Kegiatan menyimak bertarap rendah
b) Kegiatan menyimak bertaraf tinggi
2.4 Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Menyimak
1. Unsur Pembicara
Pembicara haruslah menguasai materi, penuh percaya diri, berbicara sistematis dan kontak dengan penyimak juga harus bergaya menarik / bervariasi
2. Unsur Materi
Unsur yang diberikan haruslah actual, bermanfaat, sistematis dan seimbang
3. Unsur Penyimak / Siswa
a. Kondisi siswa dalam keadaan baik
b. Siswa harus berkonsentrasi
c. Adanya minat siswa dalam menyimak
d. Penyimak harus berpengalaman luas
4. Unsur Situasi
a. Waktu penyimakan
b. Saran unsur pendukung
c. Suasana lingkungan
2.5 Ciri-Ciri Penyimak Ideal
Menurut Djago Tarigan mengidentifikasi ciri-ciri menyimak ideal sebagai berikut:
1. Berkonsentrasi
Artinya penyimak harus betul-betul memusatkan perhatian kepada materi yang disimak
2. Penyimak harus bermotivasi
Artinya mempunyai tujuan tertentu sehingga untuk menyimak kuat
3. Penyimak harus menyimak secara menyeluruh
Artinya penyimak harus menyimak materi secara utuh dan padu
4. Penyimak harus menghargai pembicara
5. Penyimak yang baik harus selektif, artinya harus memilih bagian-bagian yang inti
6. Penyimak harus sungguh-sungguh
7. Penyimak tidak mudah terganggu
8. Penyimak harus cepat menyesuaikan diri
9. Penyimak harus kenal arah pembicaraan
10. Penyimak harus kontak dengan pembicara
11 Merangkum
12. Menilai
13. Merespon
2.6 Ciri-Ciri Pembicara Ideal
1. Berkonsentrasi Artinya pembicara harus betul-betul memusatkan perhatian kepada materi yang disampaikan
2. Pembicara harus menyampaikan materi secara menyeluruh
Artinya pembicara harus menyampaikan materi secara utuh pada penyemak.
3. Pembicara harus menguasai materi yang hendak disa,paikan secara lugas
4. Penyimak harus sungguh-sungguh
5. pembicara harus paham alur pembicaraan
2.7 Pengertian Berbicara
 Berbicara adalah beromong, bercakap, berbahasa, mengutarakan isi pikiran, melisankan sesuatu yang dimaksudkan (KBBI, 2005:165)
 Menurut Tarigan (tanpa tahun:15), menjelaskan bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan. Berbicara merupakan suatu sistem tanda-tanda yang dapat didengar (audible) dan yang kelihatan (visible) yang memanfaatkan sejumlah otot dan jaringan otot tubuh manusia demi maksud dan tujuan gagasan-gagasan atau ide yang dikombinasikan.
 Menurut Djago Tarigan dkk (1998:34), menjelaskan bahwa berbicara adalah keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan.
 Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan, bahwa berbicara adalah kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata secara lisan untuk mengekspresikan, menyatakan serta menyampaikan pikiran, gagasan dan perasaan untuk menyampaikan pesan.
2.8 Unsur Dasar Berbicara

Di dalam kegiatan berbicara terdapat lima unsur yang terlibat yaitu:

a. Pembicara b. Isi pembicaraan
c. Penyimak, dan d. Tanggapan penyimak


2.9 Prosedur Kegiatan Berbicara

a. Memilih pokok pembicaraan yang menarik hati.

b. Membatasi pokok pembicaraan.

c. Mengumpulkan bahan-bahan.

d. Menyusun bahan (pendahuluan, isi, kemampuan)
e. Melakukan Presentasi
2.10 Hubungan Antara Menyimak dan Berbucara
Pada hakekatnya menyimak adalah proses decoding oleh penerima pesan, yaitu proses memaknai bentuk-bentuk bahasa terlulis sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima secara utuh. Seseorang dapat dikatakan memiliki ketrampilan menyimak apabila yang bersangkutan dapat menafsirkan makna dan bentuk-bentuk bahasa yang di dengar.kegiatan menyimak adalah suatu kegiatan yang di sengaja untuk untuk dapat memahami suatu informasi yang disampaikan.
Berbicara adalah proses penyampaian pesan secara langsung dalam bentuk symbol-simbol yang berfunsi menyampaikan informasi pada orang lain (proses according). Sehingga orang yang mendengar dan memahami simbolsimbol tersebut dapat memahami informasi yang di sampaikan.
Berbicara adalah kegiatan berbahasa yang produktif sedangkan menyimak adalah suatu kegiatan berbahasa yang reseptif dan keduanya dilakukan secara langsung. Jadi antara menyimak dan berbicara sangat erat kaitanya, dimana pada saat menyampaikan informasi dengan berbicara, untuk menerima informasi harus menyimak dengan baik agar informasi yang disampaikan dapat diterima secara utuh. Jadi antara berbicara dan menyimak sangat erat kaitanya.



BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP
Hakekat dari ilmu menyimak adalah suatu aktivitas yang mencakup kegiatan mendengar dan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterprestasi, menilai dan merealisasi atas makna yang terkandung dalam bahan simakan.
Jadi menyimak bertujuan untuk menangkap, memahami pesan, ide serta gagasan yang terdapat pada materi atau bahasa simakan. Keterampilan menyimak sangatlah penting, baik di luar maupun di sekolah,
Kegiatan menyimak ternyata besar sekali peranannya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dalam kehidupan keluarga atau rumah tangga, di masyarakat di pabrik, di kantor, di perusahaan, di sekolah dan sebagainya.
Kita tahu bahwa kegiatan menyimak sangat banyak dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah, namun kenyataannya masih jarang sekali orang-orang yang berminat mengadakan penelitian di bidang menyimak.
Kegiatan berbicara merupakan wadah untuk menyampaikan sebuah hasil simakan ataupun sebuah pemikiran yang ingin disampaikan pembicara baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Selain itu perlu ditekankan bahwa keterampilan menyimak erat kaitannya dengan keterampilan berbicara pada siswa .
DAFTAR PUSTAKA
Natasamita hanapi, Drs. Panduan Bahasan Dan Sastra Indonesia
Tarigan, Henry Guntur. Tanpa Tahun. Berbicara: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tarigan, Djago dkk. 1998. Pengembangan Keterampilan Berbicara. Jakarta: Depdikbud.
_____. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

0 komentar:

Poskan Komentar